06. Battle Dance

1463 Kata
Previous.... Byul tersenyum kikuk sebelum akhirnya pergi meninggalkan Toben sendirian dan menyusul Meokmool. "Betina harus mengerti betina. Bye, Toben!" Vivi dan Mongryeong mendekati Toben—sempat binggung ketika melihat Byul mengejar Meokmool yang menangis sambil berlari. Tiba-tiba saja Vivi mendekati telinga Toben dan berbisik, "Angel itu ... anjing licik." Toben membelalakkan matanya tidak percaya. Wajah manis dan polos itu? TIDAK MUNGKIN SEJAHAT ITU!! Toben menatap wajah Vivi tak percaya. “Apa yang kamu katakan, Vivi? Darimana kamu mengenal Angel?” Vivi menceritakan semuanya tentang Angel yang ia ketahui. Mulai darimana ia bisa mengenal anjing itu hingga bagaimana sifat asli Angel. Sejak saat itu, Toben tidak lagi peduli dengan si cantik Shih-tzu yang sudah seminggu itu bersekolah di Pet High School tersebut, pertemanan mereka hanya bertahan beberapa menit saja. Yang lebih mengejutkan adalah, ternyata Angel adalah kekasih Monsieur. Anjing bengis yang menjadi pemimpin geng berandalan di Pet High School empat tahun belakangan ini. Namun satu yang Toben lupakan, bahwa Vivi tidak menceritakan hubungannya dengan Angel. EXCHANGE SOUL'S 06. ??? Rasanya baru kemarin mereka merencanakan banyak hal seru, kelas menari sudah menunggu setelah selesai makan malam. Vivi menggerutu ditempatnya, jadwal menonton kartun kesukaannya terganggu. Pagi tadi kepala sekolah Kang Sooman mengatakan bahwa mereka akan mengadakan lomba dan entah bagaimana namanya sudah terdaftar di sana tanpa sepengetahuannya, teman-temannya tidak ada yang mengaku, kalau ia mengundurkan diri pasti siapa pun dia yang telah melakukan ini padanya akan tertawa dan mengecapnya sebagai pecundang. "Wajahmu kusut sekali.” Mongryeong mengejek dengan senyum jenakanya. Vivi langsung menatapnya setajam silet, tampak kilat di pelupuk matanya. Malam ini adalah kelas persiapan lomba mereka. Setiap anjing dan kucing akan ditempatkan pada sebuah kelompok dengan enam hewan melalui undian. Para pengasuh hewan itu sudah melakukannya tadi sore dan tebak apa? Vivi sekelompok dengan anjing paling dibencinya di dunia! Seorang perempuan cantik berambut sebahu mendekati para anjing itu dengan senyum mengembang di wajahnya. Namanya adalah Moon Nara. Pengasuh yang akan mengawasi para anjing itu berlatih. "Apa kalian sudah siap untuk bersenang-senang?" tanya perempuan itu ramah, senyum tak luput dari wajahnya. "Guk. Guk. Guk. Guk. Guk," jawab para anjing itu serempak. Kecuali si putih Bichon Frise, ia tetap setia dengan wajah juteknya. "Bagus, aku akan mulai mengabsen kalian. Bersiaplah!" Nara mengambil keranjang berisi bola kecil empuk warna ungu yang memiliki angka 1. "Kim Byul?" Nara melempar bola tersebut pelan. Byul berdiri dan langsung mengejar bola tersebut. Mengambil dengan moncongnya, lalu berlari kembali dalam kelompok; menyerahkan bola itu pada Nara tepat ditelapak tangannya. "Wah, Byuk anak yang genius," puji Nara. Byul tersenyum malu-malu mendengarnya. "Baiklah, sekarang giliran ... Byun Mongryeong!" Nara kembali melempar bola. Kali ini dengan tulisan angka 2. Mongryeong berlari semangat mengejar bola ungu tersebut. Membawanya kembali pada Nara dengan moncongnya, Mongryeong tampak girang ketika mendapatkan tepuk tangan dari Nara. "Doh Meokmool!" Nara melempar pelan bola berangka 3. Tak seperti kedua temannya. Meokmool berjalan santai mendekati bola ungu itu. Mengambilnya dengan moncongnya dan berjalan dengan anggun layaknya berjalan diatas catwalk, menaruhnya disamping Nara yang tengah duduk bersila. Nara tersenyum maklum melihat itu. Salah satu yang ia pelajari sebelum melamar kerja di Pet High School adalah: sifat para anjing dan kucing di sini sangat mirip dengan sifat majikan mereka. Nara mengenal seorang idol-aktor muda hebat yang menjadi orangtua bagi Meokmool dan kini ia tengah menjalani wajib militer di usia mudanya. Tentu saja Nara tahu karena ia adalah penggemar beratnya! "Wah, Meokmool sangat cantik," pujinya. Tak jauh beda dengan anjing lain, Meokmool tersipu malu, hatinya menghangat mendapatkan pujian seperti itu dari wanita secantik pengasuh Moon. "Baiklah. Giliran, Ahn Angel?" Nara kembali melempar bolanya. Dengan bersemangat anjing Shih-tzu itu mengejar bola yang menggelinding agak jauh dari tempat yang seharusnya. Angel kembali dengan bola di moncongnya. "Bagus sekali!" "Ayo, giliranmu, Oh Vivi?" Nara melemparkan bola 5-nya. Namun, Vivi tidak ada di dalam barisan. Nara melihat kelompok anjing lain. Namun, tetap tidak mendapati Vivi di sana. "Oh, baiklah kalau begitu ambillah ini Park Toben?" Nara melemparkan bola terakhirnya. Toy Poodle hiperaktif itu sejak tadi mengamati teman-temannya dengan tidak sabar menunggu gilirannya. Langsung saja ketika namanya dipanggil, Toben langsung melesat mengambil bola tersebut dan memberikannya pada Nara. "Rekor tercepat! Toben berbakat menjadi atlet lari cepat!" seru Nara heboh dengan bertepuk tangan berulang kali. Dan sepertinya Toben benar-benar akan memikirkan pujian itu dan bertekad akan menjadi atlet lari cepat. Anjing itu sangat ambisius. ΘωΘ Vivi berjalan sendirian di lorong, setidaknya ini lebih baik daripada harus terus-menerus melihat si Shih-tzu itu. Bena-benar! Anjing Bichon Frise itu baru saja melarikan diri dari kelas alias membolos. Vivi jadi memikirkan siapa orang yang sudah mendaftarkannya, bukan karena Vivi benci menari, tetapi justru Vivi sangat suka menari meski ia tidak pernah memperlihatkannya. Setiap kali ia melihat Willis meliukkan badannya diruang latihan, Vivi ingin sekali melakukan apa yang Willis lakukan. Namun, Bichon Frise itu hanya waspada. Lagipula ia bisa daftar sendiri tanpa bantuan siapa pun. "Lupakan itu dan ayo nikmati dunia malam!" Vivi berbicara pada dirinya sendiri. Anjing Bichon Frise itu melangkah ke mana pun keempat kaki kecilnya bawa, ia keluar dari gedung menuju halaman belakang sekolah ditengah dinginnya malam. Di Pet Hight School para anjing dan kucing bebas berkeliaran ke mana pun asal itu masih di lingkungan sekolah dan ditempat yang tidak berbahaya. Meski begitu di sini memiliki banyak kamera CCTV. Jadi kalau ada murid yang hilang atau ada pencuri, bagian keamanan bisa langsung mengetahuinya. Ketika Vivi melewati sebuah cermin besar yang terdapat didinding yang menghadap langsung ke luar halaman, membuat anjing itu berhenti sejenak. Mampir mengaca untuk mengibas-gibaskan bulu-bulunya, Bichon Frise itu menatap bayangan dirinya lekat. “Wah, selain beruntung menjadi kesayangan Willis, aku juga lumayan tampan, pantas OXE-L dengki melihatku,” gumam Vivi bangga sambil memperhatikan sosoknya dicermin yang perlahan-lahan mulai bergerak berlawanan dengannya. Vivi mematung. “Woah, apa ini?” Awalnya ia sudah berencana melarikan diri ketika melihat dirinya dicermin itu menyeringai seakan meremehkannya. Mata Vivi melirik kaki kanannya dicermin yang perlahan-lahan mulai mengetuk-ngetuk lantai; menciptakan sebuah irama tuk-tuk-tuk-tuk yang berulang yang lama-kelamaan terdengar seperti irama musik. Sosok di dalam cermin itu mengangguk-anggukkan kepalanya seperti terbakar tengah menikmati alunan musik; mengikuti irama ketukan yang dibuat. Ekornya mengibas-gibas ke sana ke mari seakan tengah menari. Tiba-tiba musik berjenis RnB mengalun, hentakan musik pertama. Sosok lain Vivi di dalam cermin itu mulai menari. Wajahnya ekspresif, keempat kakinya bergerak seirama dengan musik, tiba-tiba muncul lampu sorot yang menyinari sosok dalam cermin. Sosok didalam cermin itu berdiri dengan kedua kaki belakangnya, tiba-tiba ia memiliki topi merah yang dipakai miring, menambah kesan keren tarian sosok Vivi di dalam cermin tersebut. Vivi di luar cermin mengamatinya dengan seksama. Ia terkesima. Tanpa sadar keempat kakinya mengikuti hentakan musik yang tercipta. Kepalanya mengangguk-angguk, ekornya mengibas-gibas, tiba-tiba saja dadanya terasa sangat bersemangat akan tarian. Kedua Vivi itu tiba-tiba saling menyeringai, waktu seakan berhenti hanya untuk menyaksikan keduanya. Vivi diluar cermin lalu menari mengikuti irama musik, kedua Bichon Frise itu saling menari; memamerkan keahlian dance masing-masing. Betcha Urin unmyeongjeok I’m gonna getcha Deo gipeojige doel geureon palja Teullimeopsneun ma girl I met ya, betcha You’re gonna be mine, I Oh baby in time, I Betcha, betcha Teullimeopsneun ma girl I met ya You’re gonna be mine. Suasana semakin panas. Dua Bichon Frise itu tidak ada yang mau mengalah, mereka terus menari dan menari. Gerakan mereka semakin cepat mengikuti hentakan musik yang semakin menggila. Ada tekad di dalam diri Vivi asli agar mampu mengalahkan dirinya sendiri, mengalahkan egonya, mengalahkan masa lalunya, mengalahkan alasan apa pun dan siapa pun yang menghalanginya terus melangkah maju. Loving your style Mianhae nan dansunhaeseo jal molla Al su eopsneun geu maeumeul malhaebwa Chinjeolhage malhaejwo jebeop jebeop Jalhal su issdanikka Jinsimman neoege bonae Can’t let you go. Yeah, Vivi tidak akan kalah oleh apa pun, meskipun itu dirinya. Vivi akan mengalahkannya dan memenangkan permainan ini! Musik dalam pikiran Vivi tiba-tiba terhenti. Vivi dalam cermin perlahan-lahan menghilang dan hanya menyisakan pantulan Vivi asli yang tengah bersikap waspada. Indera penciuman anjing Bichon Frise itu menajam dan mencium bau serigala. Sesuatu di balik pohon cemara besar yang berjarak satu meter dari tempatnya berdiri, seperti tengah mengawasinya. Vivi menunggu siapa pun dibalik pohon itu menyerangnya sewaktu-waktu melalui kaca. Namun, setelah beberapa saat tidak terjadi apa pun. Selama beberapa saat, yang terjadi hanyalah kesunyian, angin malam beberapa kali berhembus menerpa bulu-bulu putih Vivi. Bichon Frise itu menoleh dan berbalik menghadap pohon itu, menatap terang-terangan pada siapapun dibalik pohon tersebut. “Siapa di sana?” Ia benar-benar sudah merasa dipermainkan dan ia sungguh geram. "Guk! Guk! Guk! Guk! Guk!" gonggongnya memperingati. 3 buah bayangan hitam seketika muncul dari balik pohon. Berjalan perlahan kearahnya. “ Vivi seketika menyesal kenapa ia tadi tidak lari saja dan malah sok menantang. Sekarang keempat kakinya terasa seperti jelly, ia tak mampu berjalan apalagi berlari. Anjing berbulu putih lebat itu akan mati dicakar dengan taring serigala! ΘωΘ Song: BETCHA by BAEKHYUN EXO To Be Continued....
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN