Kinar menghentikan tangisannya saat merasakan air hujan tidak lagi menetes membasahi tubuhnya. Namun, ia masih dapat mendengar dengan jelas gemericik air hujan yang jatuh ke bumi. Perlahan, Kinar menurunkan tangannya lalu bangkit dari duduknya dan berdiri tepat di hadapan seseorang yang memayunginya. Orang itu tersenyum lebar, seakan baru saja memenangkan undian. Berbanding terbalik dengan Kinar yang terlihat seperti seseorang yang akan segera kehilangan nyawanya. "Waw. Pantes lo terpilih jadi ketua ekskul teater, ekting lo jempol, girl." Orang itu mengacungkan jari jempolnya ke arah Kinar, senyumannya semakin melebar. Kinar hanya diam dengan pemikirannya yang entah melayang ke mana. "Hey, hanya ada kita berdua di sini. Gini nih kalo ketua ekskul teater di suruh main drama." Orang itu

