Kinar benar-benar merasa kesal dengan tingkah Malven yang menyebalkan itu, lihatlah sekarang Kinar hanya punya waktu lima belas menit untuk sampai ke sekolah. Kinar melangkah menuju halte yang berada tidak jauh dari rumah sakit, sambil sesekali melirik jam tangannya yang melingkar dipergelangan tangannya. Kinar mengerutkan keningnya saat sebuah mobil berwarna hitam berhenti di depan halte, Kinar melirik ke kiri dan kanan, siapa tau mobil itu ingin menjemput seseorang, tapi tidak ada siapapun di halte itu selain Kinar. Seorang dengan pakaian hitam-hitam keluar dari mobil itu, bertepatan dengan Kinar yang ingin melangkah pergi karena merasa tidak nyaman. Entahlah, Kinar memiliki firasat buruk. Namun, belum sempat Kinar pergi, seseorang sudah lebih dahulu membekap mulut dan hidungnya den

