Hubungi ... tidak? Hubungi ... tidak? Sekali lagi. Hubungi ... ah, tidak, tidak. Nanti Nuni kegeeran bagaimana? Genta masukkan ponselnya ke saku, tetapi dia ambil lagi, matanya awas ke layar, mempertimbangkan. Namun, dia masukkan lagi ke saku. Sudahlah. Lagi pula untuk apa menghubungi? Ya, untuk tahu keberadaan partner MC-nya di mana. Kan, bisa latihan dulu sebelum acara benar-benar dimulai. Benar. Jadi, hubungi saja. Genta cari kontak Nuni yang belum dia save dari dulu. Diketiklah pesan itu, lalu kirim. Genta: [Ni, di mana?] Genta melihat tamu undangan yang belum banyak, bahkan masih segelintir sebab memang masih belum tiba jam acara diselenggara. Begitu merasakan getaran di ponselnya, Genta langsung mengecek apakah itu balasan dari Nuni atau .... [Maaf. Ini siapa, ya?] Nuni, ka

