Jalu menjalankan motor kesayangannya dengan kecepatan yang pas. Berkeliling di sekitar perumahan di dekat jalan raya. Tangan Kusuma yang memeluk perutnya, menambah kepercayaan diri saat sedikit demi sedikit menambah kecepatan meski terbilang masih normal. Kusuma menikmati angin yang menerpa kulit wajah, memang dia tak menutup kaca helmnya saat ini. Tahu ini di daerah mana, Kusuma mengajak Jalu agar menepi di warung mi ayam pinggir jalan depan SPBU di depan yang tak pernah sepi pengunjung. “Bagaimana kalau kita makan di sini?” ucap Kusuma saat motor itu hampir melewati warung mi ayam. “Boleh.” Jalu menepikannya motornya. Berhenti tepat di bangku depan SPBU, tidak masuk ke warung mi ayamnya, “Duduk di sini, aku akan memesan.” ucapnya sambil melepas helm yang dia kenakan. “Di sini? Ini ber

