'Ceklek.' Gusti menoleh, dilihatnya orang tuanya datang bersama dengan adiknya juga. Mungkin pesta kecil yang direncanakan sejak tadi pagi sudah dibatalkan karena kejadian ini. Gusti hanya bisa melempar senyum, bibirnya tak bisa berucap dengan benar. “Mama sudah bilang, jangan terus dekat dengan gadis cacat ini.” Suara yang keras dan meski tak sampai menimbulkan gaduh itu, membuat Gusti merasa tidak enak. Memang ayah Lintang belum kembali, Lintang juga masih pingsan, tapi tetap tak pantas mamanya mengatakan kalimat itu di ruangan ini. Gusti segera berdiri, mengajak mamanya ke luar, bersama dengan papa dan adik perempuannya juga. Tak mau Lintang yang beristirahat terganggu karena teriakan mamanya nanti. Mama Gusti menepis tangan putranya yang memegangi lengannya, mendengus dan bersedekap

