Cinta yang berbeda

1956 Kata

Hari berganti. Malam panjang dan dingin berganti dengan sinar mentari yang hangatnya memeluk permukaan kulit. Kusuma bangun lebih dulu, membuatkan sarapan untuk Jalu sebisa dia dan menyiapkan wedang jahe kesukaan Jalu juga. Selain itu, dia pun juga sudah siap dengan pakaian semi formalnya karena ada acara pagi nanti. “Sayang,” panggil Jalu sambil merapikan kancing di pergelangan tangannya, turun dan bergabung di ruang makan, “mau ke mana? Rapi sekali?” tanyanya yang masih sibuk dengan kancing di sisi lainnya. “Bukannya aku mau ke panti asuhan? Kamu lupa, Jalu?” Jalu terkekeh, dia memang melupakannya tadi, padahal ini adalah acara bulanan, “Tapi aku tidak bisa ikut, ada meeting penting. Kamu ingat, kan? Sebelum minggu depan aku harus menyelesaikan pekerjaanku di kantor kalau mau liburan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN