Deru mobil meninggalkan hening di dalamnya. Tak ada yang ingin mengatakan apa pun juga. Jalu yang memilih fokus agar segera sampai di rumah Lintang dan menurunkannya, sedangkan Lintang yang menautkan ke dua tangan, gugup akan situasi yang tak senyaman dulu. Lintang tahu, hanya kurang beberapa kilo meter lagi dia akan sampai di rumah. Mungkin tak akan ada waktu lagi untuknya mengatakan apa yang dia rasa jika bukan sekarang. Lintang pun menarik napas panjang, dia harus mengatakannya sebelum semuanya terlambat, “Jalu, aku—“ “Diamlah. Tak ada yang perlu dibicarakan.” Jalu malas dan tak ingin tahu. Biar semua selesai dengan cara yang tak menyenangkan seperti ini. “Aku akan tetap mengatakan apa yang aku rasakan. Aku mencintaimu dan aku yakin akan itu. Semakin aku mencoba untuk menjauh, sesaki

