Tiga hati tersakiti

1738 Kata

Jam makan siang tiba. Gusti segera mengambil kunci mobil dan ke luar. Dia ingin mengajak Lintang makan di luar. Meski tahu Lintang belum sepenuhnya meyakinkan hati untuk dirinya, setidaknya dia akan merayunya agar sosok itu tetap tinggal dan akhirnya tertarik. Tak membuang banyak waktu, Gusti pun segera melesat ke rumah Lintang, dan menghentikan mobilnya setelah berputar balik agar cepat bisa berangkat setelah Lintang siap nanti. Baru saja Gusti mau mengetuk pintu, Lintang sudah membukakan pintu rumah sambil melempar senyum. Gusti membalas senyuman itu juga, “Sudah siap?” tanyanya melihat Lintang sudah membawa serta tas selempang di pundak. Lintang mengangguk, “Ayo.” Lintang ke luar, menutup pintu dan menguncinya juga. Lintang tersenyum dan mengapit lengan Gusti agar segera diajak beran

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN