Entah berapa menit berlalu, Lintang tetap terhanyut dalam novel yang ditulisnya sendiri. Novel ini begitu istimewa, dia rela mengesampingkan novel yang harusnya naik cetak untuk menggarap novel baru. Meski belum ada kontrak yang turun untuk novel yang satu ini, dia tetap saya bersemangat. Ada Jalu di sana, Lintang tak akan melewatkan banyak kisahnya yang begitu menarik dan membuatnya hidup dalam kebahagiaan yang sesungguhnya. 'Ting. Tung.' Jemari yang menari itu berhenti sempurna. Lintang mengerutkan keningnya, merasa tak menunggu atau bahkan membuat janji dengan siapa pun juga saat ini. Meski begitu Lintang menjeda pekerjaannya, berdiri dan membukakan pintu untuk melihat, siapa kiranya yang datang sepagi ini ke rumahnya. 'Deg.' Bukan main. Lintang membatu dengan tangan yang masih mengge

