Jalu naik ke ranjang yang digunakan oleh Kusuma juga. Memeluk istrinya di dalam dekapannya. Kusuma tidur dengan lelap setelah makan di atas dadanya saat ini. Tak ada yang dilakukan Jalu selain mengusap rambut sambil sesekali mengecup puncak kepala Kusuma juga. Tersenyum, bayangan di depan sana begitu sempurna. Jalu terkekeh lagi, mengecup puncak kepala Kusuma lagi dan mengeratkan pelukannya, tak sabar rasanya menunggu sembilan bulan lagi. Tangan Jalu agak kebas, dia pun sepelan dan selembut mungkin mengangkat kepala Kusuma dan meletakkannya di bantal. Mengambil lengannya dan melemaskannya agar peredaran darah di lengannya lancar kembali. Jalu juga mengantuk, tapi tidur di sini akan membuat Kusuma tidak nyaman nanti. Dia pun turun, akan pindah ke sofa dan tidur di sana. Sebelum tidur, Jal

