Di lantai tiga

1906 Kata

Sudah beberapa hari berlalu, Kusuma semakin baik dan diperbolehkan untuk pulang. Bahagia pasti saja, Kusuma dan Jalu tak banyak mengumbar kata, hanya saling peluk dan melemparkan senyum mereka. “Langsung pulang? Tidak jadi ke Malang?” tanya Jalu. Bukannya tak percaya, hanya saja dia sudah mengatur semuanya untuk liburan Kusuma. Bahkan pekerjaan di kantor pun sudah diatasi. Kusuma menggeleng, “Aku ingin menikmati liburan di rumah. Menonton TV dan juga bersantai, aku akan menunggumu pulang setiap sore dan berdiri di depan sambil mengusap perutku untuk menunggumu sampai rumah.” “Hahahahahaha.” Jalu menggeleng, tidak menyangka kalau Kusuma sudah berpikir sejauh itu. Sesampainya di rumah, Jalu membukakan pintu untuk Kusuma, mengajaknya masuk dengan menggandeng lengan istrinya itu. “Jalu, ki

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN