**** Pagi itu Adira bersemangat sekali untuk masuk kerja pertama kali. Ia benar-benar tidak menyangka jika butik terkenal itu akan mempekerjakan dirinya yang masih bau kencur dan belum memiliki pengalaman apapun dalam pekerjaan tersebut. Setelah mematut diri di cermin besar yang berada di kamarnya, ia tersenyum puas lalu meraih tas gendong kecil warna hitam dan memakainya di punggung. "Semangat sayang, kamu cantik hari ini. Kamu pasti bisa, ya." Adira tersenyum, menatap pantulan dirinya sendiri di kaca sambil menyemangati diri. Gadis itu menguncir rambut panjangnya seperti ekor kuda, sebuah kemeja kotak warna hitam merah dengan lengan tiga perempat terlihat cocok dengan kulitnya yang putih bersih. Sebuah celana kain warna hitam sangat cocok dengan sepatu keits warna merah yang ia punya.

