Bab.19—Perlakuan Manis

1686 Kata

**** Sore itu Adira pulang dengan perasaan remuk, semakin ditahan rasa yang menyerang dadanya, semakin kuat dadanya ingin meledak. Tak ada tangis, hanya wajah muram semuram langit sore yang siap menumpahkan ribuan tetes air hujan. Apa yang ia rasakan saat ini sama persis saat ia diseret Tante Jeni ke meja bordil di tengah club malam itu. Bingung, resah, kecewa, namun tak bisa marah kini mengaduk-aduk sisi jiwanya sebagai seorang wanita. Ya, dia tidak bisa bangga ketika satu-satunya cinta yang ia agungkan akhirnya jatuh pada Gama dan berakhir dengan statusnya sebagai kekasih gelap. Ya, mana mungkin Adira bangga dengan julukannya tersebut. Melesat menjauh dari rumah produksi yang beberapa hari ini menaungi dan membayar keringatnya, Adira meredam semuanya dengan tatapan hampa. Ia bahkan ny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN