Nuri menolak ajakanku, dengan alasan karena posisiku sebagai kakak iparnya akan segera digantikan oleh orang lain. "Oh ... begitu ya, Nur. Ya sudah nggak apa-apa, kalau memang kamu tidak mau. Kami semua makan dulu ya," kataku, sambil kembali menikmati makan siangku, tanpa memperdulikan Nuri lagi. "Iya, Salma. Kamu nggak usah pedulikan orang yang tidak menghargai ajakanmu. Orang mau niat baik kok malah seperti itu hbasanny balasannya. Kesel aku," ujar Mbak Rini mengomentari penolakan Nuri barusan. "Benar, Mbak. Ya sudah, ayo kita lanjutkan makan!" ajakku. Kemudian kami pun kembali fokus, dengan hidangan yang ada dihadapan kami. Sedangkan Nuri pergi entah kemana, sebab aku tidak begitu memperhatikannya. Selesai makan, kami kembali ngobrol ngalor-ngidul lagi. Rasanya aku enggan sekali,

