"Iya, Salma, ayo kita pergi! Kita jangan meladeni orang seperti dia, bisa rugi kita kalau kita malah meladeninya," timpal Mas Rian. Ia pun menyetujui ajakanku, setelah ia melihat ke sekelilingnya. Aku dan Mas Rian pun keluar dari butik, meninggalkan dua orang yang sedang fitting baju pengantin tersebut. Aku tidak menghiraukan panggilannya, walaupun ia berulang kali menyebut namaku, bahkan dengan kata-kata kasarnya. "Heh, Salma, perempuan murahan mau kemana kamu? Jangan pergi, aku belum selesai bicara denganmu!" Mas Arya masih berteriak memanggilku. "Maaf, Pak. Bapak, tidak boleh pergi dengan memakai pakaian ini. Jika Bapak mau pergi, silahkan Bapak lepaskan dulu pakaiannya," perintah seorang pelayan, saat melihat Mas Arya mau turun dari tempat fitting baju. Rupanya Mas Arya berniat i

