Bab 10 Mas Rian sepertinya ingin dekat denganku dan juga anakku. Mungkin juga karena ia teringat terhadap anaknya dan merasa kesepian, sehingga Mas Rian seperti itu. Tapi tidak mengapa, sebab aku juga merasa bersalah kepadanya. Biarkanlah, sekarang aku akan membayar kesalahanku yang dulu mumpung ada kesempatan, biar aku tidak terus merasa bersalah kepadanya. "Terima kasih kalau begitu, Dok eh Mas. Aku permisi dulu ya, mau kembali ke ruangan Annisa," pamitku. Aku pamit untuk yang kedua kalinya. "Iya, Salma, silahkan." Mas Rian mempersilahkan aku untuk pergi dari ruangannya. Aku pun segera pergi dari hadapan Mas Rian, menuju ruangan Annisa. Aku takut, kalau Annisa menangis mencariku, sehingga aku berjalan terburu-buru. Sesampainya di dalam ruangan Annisa, ternyata anakku masih terlelap.

