Bab 22

1001 Kata

Aku berhenti sejenak untuk mengambil nafas karena dadaku terlalu sesak, jika sedang membicarakan masa lalu. Kemudian setelah dadaku terasa ringan aku kembali melanjutkan perkataanku tersebut. "Asal Ibu dan Mas Arya tau, jika selama hidup di keluarga kalian, aku ini terasa hidup bagaikan sedang berada di dalam neraka. Karena apa? Karena kalian semua tega terhadap aku dan juga anakku. Bahkan kalian membiarkan saja, saat dulu anakku sakit. Aku telah meminta tolong kepada kalian, tetapi kalian malah diam saja dan cenderung cuek tidak mau membantuku. Maka dari itu, aku memilih pergi dari sini. Apa menurut kalian semua yang aku lakukan itu salah," tanyaku, dengan suara yang meninggi satu oktaf. Aku berkata panjang lebar, mengungkapkan semua unek-unek yang ada di hatiku. "Ya ampun kasihan bang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN