Part 7

1114 Kata
Chen terlihat bingung untuk menghubungi Shakira. Wanita yang kini menjadi rekan kerjanya sangat menyusahkan dan juga membuat beberapa rencana awal berubah. Chen harus bergerak, dan masuk ke dalam gedung itu. Namun, kesialan sedang menghampirinya. Seorang pria menangkap Chen yang sedang mencoba masuk. Pria itu membawa Chen menuju ke lantai atas tempat Tuan Ma berada. Brak! Pria itu mendorong Chen hingga terjatuh di depan Tuan Ma. Tidak hanya Tuan Ma yang melihat keberadaan Chen di sana, Yang Cai pun tengah menyeringai melihat seorang pembunuh bayaran berkeliaran di gedung Ping An Insurance Group. “Chen, apa kabar?” tanya Yang Cai. “Aku masih bernapas Yang,” jawab Chen dengan terkekeh. “Hmm, sepertinya kali ini kau terlalu ceroboh. Apa kau sedang merencanakan sesuatu? atau kau sedang berencana melakukan investasi dengan Tuan Ma?” Yang Cai merendahkan posisinya dan menarik rambut Chen dari belakang. “Akh!” pekik Chen. Yang Cai terlihat senang karena bisa menangkap Chen, buronan para Triad itu memang sangat licin dan tidak bisa terdeteksi keberadaannya. Berbeda dengan kali ini, Chen seperti menyerahkan diri pada para Triad untuk mendapatkan hukuman. “Tuan Ma, kali ini kau selamat karena aku berhasil menangkap orang yang akan membunuh dirimu. Apa ada imbalan untuk semua ini?” tanya Yang Cai pada Tuan Ma. “Seperti biasa, kau bisa melakukan lima kali transaksi di Venetian, tunjukkan kartu anggota ini pada mereka, dan kau akan mendapatkan keistimewaan di sana,” ujar Tuan Ma. “Kau memang sangat mengerti diriku, Tuan Ma. Akan tetapi, lima transaksi tidak bisa menghasilkan banyak uang untuk semalam, bagaimana jika kau memberikan aku waktu untuk melakukan transaksi sebanyak lima kali setiap jamnya,” ujar Yang Cai dengan tersenyum licik. Tuan Ma terdiam untuk beberapa saat. Ia tidak bisa melakukan apa yang Yang Cai inginkan. Karena Triad 14k bisa melacak keberadaan mereka di sana. “Yang Cai, seharusnya kau tahu … Triad 14k tidak akan tinggal diam untuk memutuskan transaksi milikmu. Mereka memegang kekuasaan tertinggi di Venetian,” jelas Tuan Ma. Yang Cai kembali duduk di sofa, ia mengeluarkan sebuah senjata dari balik jas lalu mengarahkannya pada Tuan Ma. Tentu hal itu membuat Tuan Ma ketakutan, hingga mengiyakan keinginan Yang Cai. Sementara Chen masih dengan posisi tersungkur di atas lantai, ia seperti berpura-pura tidak mengetahui apapun. Tetapi earpiece miliknya dalam mode aktif dan Shakira bisa mendengar dari seberang. “Pria bodoh*! Kenapa dia masuk begitu saja,” gerutu Shakira. Shakira merencanakan sesuatu, ia memilih membebaskan Chen terlebih dahulu. Lalu berencana membunuh Tuan Ma setelah berhasil. Shakira berada di atas ruangan milik Tuan Ma, ia bisa melihat apa yang sedang dilakukan orang-orang itu di dalam sana. senjata milik Shakira sudah siap membidik seseorang di sana. Tetapi karena target utama Tuan Ma, Shakira akan membiarkan Tuan Ma sadar. Jleb Sebuah jarum dengan obat bius mendarat tepat di leher Yang Cai. Pria dengan mata yang tajam itu tergeletak begitu saja dan membuat beberapa orang di sana sedikit teralihkan. Chen mengambil kesempatan ini untuk pergi tanpa membunuh Tuan Ma, sementara Shakira yang melihat kepergian Chen langsung saja menembak Tuan Ma tepat di dadanya. Tubuh Tuan Ma terhuyung hingga jatuh di atas lantai. Dan penjaga di sana mulai berdatangan dengan membawa beberapa paramedis untuk menolong Tuan Ma. Ada satu orang yang menyadari keberadaan Shakira di dalam ventilasi, Shakira dengan cepat pergi dari sana dank e luar melalui saluran angin yang ada di lantai dasar. “Kita bertemu di apartemen,” ujar Chen dari earpiece. Tidak ada jawaban dari Shakira, dan Chen memilih melanjutkan langkahnya menuju ke apartemen yang sudah disediakan oleh Tuan Yan untuk mereka. *** Chen sudah berada di dalam apartemen, ia tengah bersantai dengan membuat makanan untuk dirinya dan Shakira. Hanya saja, wanita yang sejak beberapa jam bekerja sama dengannya, hingga kini tidak terlihat. Entah di mana keberadaan Shakira, dan hal itu membuat Chen sedikit khawatir. Beberapa kali Chen menghubungi nomor telepon milik wanita itu, tetapi tidak bisa terhubung. Hingga ia memutuskan untuk menhentikan kegiatannya, dank e luar mencari Shakira. Beruntung sebelum Chen ke luar dari pintu apartemen, seseorang sedang berusaha membuka pintu itu. Chen dengan sigap meraih senjata dan siap untuk menembak. Ceklek “Kau akan menembakku?” tanya Shakira. “Tidak, aku hanya sedang melihat, apa senjata ini masih bisa aku gunakan atau tidak,” ujar Chen beralasan. Shakira melemparkan jaket yang dikenakannya ke atas sofa, lalu berjalan masuk ke dalam kamar. Shakira memilih untuk membersihkan dirinya di dalam kamar mandi. Sementara Chen masih melanjutkan kegiatannya di dapur. Dan saat selesai, ia menghidangkan semua di atas meja makan. Ceklek “Kau sedang apa?” tanya Shakira. “Aku menyiapkan makanan untuk kita. Darimana saja?” “Aku menemui Tuan Yan, tetapi … keadaan kantor sudah tidak beraturan. Seseorang menyerang kantor hingga tidak ada yang tersisa di sana,” jelas Shakira. “Pasti Yang Cai yang melakukannya,” ujar Chen. “Aku tidak tahu di mana keberadaan Tuan Yan, tetapi ada yang mengatakan jika Tuan Yan tidak ada di sana saat kejadian berlangsung,” ungkap Shakira. “Syukurlah … kita makan dulu. Jangan sampai hal itu mempengaruhi dirimu,” ujar Chen. Shakira meraih kursi lalu duduk di seberang Chen. Mereka menikmati hidangan sederhana yang Chen masak. Sampai kegiatan itu selesai, mereka menerima sebuah panggilan dari nomor yang tidak dikenal. “Misi kalian gagal dan membuat kantor di serang oleh istri Tuan Ma. Bagaimana kalian menjelaskannya?” tanya Tuan Yan dari seberang. “Apa?” Chen terdengar terkejut dengan penjelasan Tuan Yan. “Tidak mungkin, Aku menembak Tuan Ma hingga terjatuh dan tewas.” Shakira menambahkan. “Jika Tuan Ma mati, kenapa istrinya masih menyerang kantor?” Shakira menghidupkan televisi dan melihat berita tentang p*********n di kantor Ping An Insurance Group. Di sana terlihat jika Tuan Ma tidak mati, melainkan hanya pingsan. Peluru yang bersarang di d**a* Tuan Ma terhalang sebuah jaket anti peluru. Sehingga pria itu masih hidup hingga saat ini. “Sial!” umpat Shakira. “Pastikan untuk rencana ke dua, jangan gagal!” ucap Tuan Yan yang akhirnya memutuskan panggilan telepon itu. Shakira dan Chen saling menatap, mereka kini duduk di sofa dengan melihat berita yang masih ramai. Chen mulai membuka suara mengenai rencana selanjutnya, tetapi seperti biasa … Shakira selalu tidak mau bekerja sama untuk pekerjaan itu. “Kau tidak bisa menjadi egois untuk saat ini, Shakira! Kita berdua bisa mati jika tidak berhati-hati,” ujar Chen memperingatkan. “Rencana itu terlalu rumit, kita bisa saja terjebak di dalam sana,” ujar Shakira. “Karena itu, kita harus bekerja sama, Nona Liem!” “Kau saja yang berangkat! Aku tidak akan ke sana!” “Kau benar-benar!” Chen terlihat kesal dengan tingkah Shakira kali ini. Pria itu membiarkan Shakira masuk ke dalam kamar. Sementara kini ia sedang merencanakan beberapa hal untuk melakukan misi itu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN