Shakira terbangun pagi ini karena sebuah tangan yang menindih perutnya. Tubuhnya terasa sangat lelah, seperti latihan selama satu minggu penuh. Shakira bergerak perlahan untuk turun dari atas ranjang. Ia masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya dari sisa pergulatan semalam.
Di depan cermin, Shakira bisa melihat tanda kemerahan yang Chen tinggalkan di sana. Hal itu membuatnya kesal, meski kali pertama melakukan hal itu, tetapi Shakira tidak terlalu memikirkannya.
“Akan kubunuh b******n* itu jika terjadi sesuatu padaku!” gerutu Shakira.
Ia pun melanjutkan kegiatannya dengan membasahi seluruh tubuh dengan air dari shower. Shakira membersihkan tubuhnya dengan teliti, tidak ingin ada yang tersisa dari sentuhan pria yang masih memejamkan mata di kamar.
Setelah cukup lama Shakira berada di kamar mandi, ia pun ke luar dengan mengenakan handuk yang menutup tubuh bagian atas hingga bawah.
Ceklek
“Kau sudah bangun? Kenapa tidak mengajak aku untuk mandi bersama?” tanya Chen dengan menyeringai.
Shakira tidak menghiraukan ucapan Chen, ia memilih masuk ke dalam walk in closet dan mengenakan pakaiannya. Saat berada di dalam sana, Shakira mendengar suara ponsel berdering. Ya, suara itu sangat ia kenal karena ponsel yang berdering adalah miliknya.
Setelah mengenakan pakaian, Shakira mencari keberadaan ponsel itu, dan menemukannya di atas meja di ruang tamu. Shakira melihat ada nama Tuan Yan di sana, dan tidak menunggu lama lagi, ia langsung menghubungkan telepon itu.
“Cepat katakan!” ucap Shakira.
“Macau Ping An Insurance Group. Target kalian adalah Tuan Ma. Dia sudah melakukan korupsi secara besar-besaran.”
“Siapa klien kita?”
“Istri Tuan Ma.”
“Menarik.”
Shakira segera memutuskan panggilan telepon itu, dan bersiap untuk pergi. Sementara di dalam kamar, Chen baru saja selesai dengan kegiatan di dalam kamar mandi. Pria itu kini mengenakan setelan kemeja putih dan jas hitam. Ia melihat ponsel dan peralatan lainnya di atas meja. Sedangkan Shakira sudah mulai memeriksa data dari target mereka.
“Tuan Ma adalah orang yang selalu dikelilingi oleh penjaga. Mereka berasal dari Triad Sun Yee On. Kau tidak akan bisa menembus pertahanan itu seorang diri,” jelas Chen.
“Maaf, aku lupa jika kau masih ada di sini,” jawab Shakira dengan melirik Chen dari ekor matanya.
“Hei, misi kali ini kau harus bekerja sama! Jika tidak, kita akan gagal!” jelas Chen.
“Aku selalu menjalankan misi seorang diri, biasanya rekan kerjaku akan menjadi beban, jadi aku selalu membuat mereka tenang di alam lain,” ujar Shakira dengan santai.
“Aku tahu, dank au selalu seperti itu, Liem.”
“Berhenti memanggil nama itu!”
“Ada apa? Kau tidak menyukai nama Liem? Kenapa kau tidak menggantinya?”
“Cukup, Chen! Sebaiknya aku segera berangkat daripada harus beradu mulut denganmu!” omel Shakira yang kini melangkah menuju pintu keluar.
Chen tersenyum senang melihat Shakira. Ia pun mengikuti langkah wanita itu, dan mereka berangkat menuju ke terminal feri di Kowloon. Perjalanan ke Macau tidak membutuhkan waktu seharian, mereka hanya perlu menempuh waktu sekitar 60 – 80 menit saja. Sampai di terminal feri, mereka langsung menuju sebuah feri yang sudah di sediakan oleh Tuan Yan.
Mereka akan turun di Macau Outer Harbour, untuk menghindari sorotan beberapa orang dari Triad. Ya, setiap tempat di sana sudah memiliki penjagaan dari para Triad. Tidak heran jika di area itu banyak sekali terjadi transaksi barang illegal.
Shakira dan Chen melakukan penyamaran selama di Macau. Mereka juga harus mencari tahu tentang kegiatan yang dilakukan Tuan Ma selama seharian penuh. Tentu saja bukan hal mudah untuk mengikuti seorang target yang selalu sibuk di dalam ruang kerjanya. Karena Ping An Insurance Group terletak di menara tertinggi yang ada di Macau. Dengan penjagaan ketat sejak lantai dasar, mereka juga memasang beberapa sensor pengenalan wajah. Jika terlihat ada wajah orang yang sedang dihindari di sana, alat itu akan langsung memberikan peringatan.
Shakira yang memiliki rambut panjang, harus mengenakan rambut pasangan pendek dengan pakaian seperti orang China pada umumnya. Sedangkan Chen memilih untuk menjaga Shakira dari kejauhan. Pria itu sangat di kenal di Macau karena aksinya membunuh orang.
“Chen, aku harap kau tidak membebani aku!” ucap Shakira sebelum akhirnya melangkah menjauh.
Chen hanya tersenyum, ia sangat mengenal wanita itu. Membunuh memang pekerjaan mudah untuk ke duanya, akan tetapi … Tuan Ma adalah sosok orang yang sangat dilindungi oleh Triad, karena Tuan Ma selalu membantu Triad untuk bisa mencetak uang dengan mudah.
Shakira sudah masuk ke dalam gedung milik Tuan Ma. Ia berhasil lolos sensor wajah karena menggunakan kontak lensa agar warna matanya tidak terlihat. Langkah kaki Shakira mendekati lift yang ada di lorong kanan.
Sialnya, saat Shakira akan masuk ke dalam lift, seseorang menyerobot hingga akhirnya ia ketinggalan lift itu. Emosi Shakira memang tidak bisa ditahan, ia pun memilih ke kamar mandi untuk meluapkannya. Dan akhirnya saat di sana, Shakira mendapatkan ide.
Ia melepaskan pakaiannya lalu mengunci pintu kamar mandi. Shakira melihat ventilasi udara yang menghubungkan setiap tempat di dalam gedung itu.
“Apa yang kau lakukan?” tanya Chen dari earpiece yang dikenakan Shakira.
“Diamlah! Aku sedang berimprovisasi.”
“Hei, jangan bodoh! Kita bisa saja gagal jika kau masuk dan langsung membunuhnya!” jelas Chen.
“Sudah kukatakan, jangan membebani aku! Biarkan aku bekerja, Chen!”
“Dasar! Kau sungguh merepotkan aku!”
“Kau yang merepotkan!”
Shakira mematikan earpiece miliknya, lalu naik ke atas ventilasi itu. dari lubang kecil yang cukup untuk tubuhnya, Shakira mulai merangkak menuju ke lift. Ia membuka pintu ventilasi udara itu, dan bisa melihat lift yang mulai naik ke atas. Shakira naik ke atap lift dan menuju ke lantai atas. Saat lift mulai mendekati lantai yang Shakira tuju, ia pun melompat dan meraih lubang ventilasi. Kembali merangkak dan masuk ke dalam kamar mandi.
“Sial! Aku lupa tidak membawa pakaian,” gerutu Shakira.
Beruntung saat ia sedang berada di salah satu bilik kamar mandi, seorang karyawan yang bekerja di sana tengah membenahi riasan wajahnya. Dari belakang, Shakira membuatnya pingsan dan mengenakan pakaian wanita itu.
“Terima kasih, aku pinjam sebentar pakaian ini,” ujar Shakira.
Ia pun berjalan ke luar dari kamar mandi, dan mulai memeriksa beberapa tempat di lantai itu. Shakira juga melihat ada penjaga dari Triad Sun Yee On di depan pintu dengan tulisan ruangan direktur utama.
“Kenapa menempatkan orang bodoh* untuk menjaga orang bodoh*?” gerutu Shakira.
Ia pun mencoba berjalan melewati dua penjaga di sana, dan sempat melihat dari celah dinding kaca yang tertutup tirai, seseorang sedang berada di dalam sana, bersama dengan beberapa orang lainnya. Shakira memastikan jika orang itu adalah Yang Cai, pemimpin Triad Sun Yee On.
“b******n* itu! Dia menghalangi misiku.”