Wallius Ethan bangun, melompat dari ranjang tempatnya berbaring dan bermimpi indah saat dia berlari menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, terburu-buru mencari kemeja dan celana saat dia mencari kemana sepatu hitam yang telah ia siapkan. Masih ada waktu satu jam lagi sebenarnya. Tetapi, ia tidak mau dicap sebagai calon karyawan baru yang teledor. Suka terlambat dan tidak disiplin. Yah, walau dia bisa berbangga sedikit kalau kemungkinan diterima besar, karena kemampuannya yang tidak buruk. Ethan mengacak rambutnya yang agak basah. Dia sudah menyisirnya seperti biasa. Tidak terlalu terpaku pada model. Saat Ethan berjalan ke luar kamar, mencium aroma masakan dari arah dapur. Dia menoleh. Matanya memicing menemukan siapa yang memasak pagi ini. Memasak sarapan. Dia terbiasa memasak sara

