“Apa maksudmu untuk menjauhi Darren? Dia hanya teman satu perusahaan dan aku tidak mungkin mendekati pria milik sahabatku sendiri." Ucap Khalisa. Arsen terkekeh mendengar pembelaan Khalisa. Tatapan begitu meremehkan. “Aku percaya jika Darren hanya menganggapmu teman, tetapi untuk wanita murah*n sepertimu sungguh tidak bisa di percaya. penuh kemunafikan!!" Lagi, Arsen menunjuk wajah istrinya. “Cukup Mas!! cukup kamu mengatakan aku wanita munafik!!" Khalisa langsung memejamkan matanya, untuk mengendalikan emosinya. setelah beberapa saat barulah dia membuka matanya kembali. “Aku mengatakan yang sebenarnya Khalis, kamu itu penuh kemunafikan, wanita yang memiliki ribuan wajah." Arsen menyunggingkan sudut bibirnya. Khalisa menggelengkan kepalanya, “Terserah kamu saja mau bicara apa tenta

