Prolog
Pagi itu, Fauzan melangkahkan kakinya ke dalam ruang HRD. Tampak Bu Widya sedang berbincang dengan seorang karyawan wanita yang berdiri di depan mejanya. Wanita itu menghadap Bu Widya, membelakangi Fauzan hingga ia tak dapat melihat wajahnya. Tanpa sadar Fauzan perlahan berjalan menghampirinya.
"Terima kasih ya, Bu." Ucap wanita itu setelah menerima dokumen yang diberikan Bu Widya yang di jawab dengan senyuman.
Karyawan wanita itu berbalik untuk keluar, namun tanpa sengaja ia menabrak Fauzan yang berada tepat di belakangnya dan membuat tubuhnya oleng.
Dengan sigap Fauzan merengkuh bahunya agar tak terjatuh. Mereka berdua terdiam berpandangan.
Sosok itu nampak lebih terkejut ketika melihat Fauzan daripada saat ia menabraknya tadi.
"Hwang In Yeob." Gumamnya pelan, tanpa sadar.
"Hah?" Fauzan tak mengerti maksudnya. Namun pandangannya tak teralihkan dari mata gadis itu.
"Wuah, apa nih? Kayak adegan romantis di film-film aja." Pekik Via dari balik meja kerja yang terletak di samping Bu Widya, mengomentari kejadian itu.
Hal itu sontak membuat mereka berdua kembali tersadar hingga Fauzan melepaskan tangannya dan mereka saling menjauh. Sementara Bu Widya mencoba menahan senyumnya.
Dengan salah tingkah, gadis itu pun pergi meninggalkan ruangan.
Fauzan melihat name-tag di dekat kakinya, ia mengambil dan membaca nama yang tertera. Arita.
Pasti ia tak sengaja menjatuhkannya ketika mereka bertabrakan tadi.
***