Amirah berpikir sepanjang perjalanan menuju kampungnya, ia tidak mau coba-coba lagi menggoda suaminya. Masih merasa takut dengan kenyataan yang dilihatnya. Secara teori Amirah tahu tentang anatomi tubuh, tapi secara interaksi langsung, pikirannya masih polos. Gumelar membawanya ke rumah yang baru berdiri berupa rangka bangunan, tiang-tiang kayu sudah terpasang, serta atap sudah juga disusun. Dinding berupa semen sedang dikerjakan. "Gum, rumah ini besar ukurannya. Modelnya kekinian juga. Tapi kapan kamu memutuskan mau membeli rumah Dian?" tanya Juhari, ketika keduanya mendekat. "Nanti kalau rumah ini sudah selesai dibangun." jawab Gumelar. "Wah, setidaknya dua bulan lebih ini akan selesainya. Kapan aku bisa kawinnya?" Juhari menatapnya, bicara dengan suara pelan. "Kamu sudah kebel

