“ANJIR, SETAN!” teriak Aksara kaget saat mendengar suara teriakan Suara dia membuka mata dan justru yang dilihatnya adalah wajah menyebalkan milik Langit. “KALIAN MAU NGAPAIN DI SINI TATAP-TATAPAN TERUS MAU CIPOK-CIPOKAN, HAH!?” pekik Nada. “Sebenarnya Langit sudah daritadi geregetan pengin menyiduk kalian, tapi aku tahan karena menghargai privasi. Eh, malah makin berani! Ya, aku maju duluan!” sambungnya. Langit mengangguk keras untuk menyetujuinya, “IYA! KALIAN ITU MASIH HARAM. NGAPAIN KAMU BAWA ADIK SAYA KE SINI, HAH!?” tudingnya pada Aksara. “MAU KAMU APA-APAKAN GADIS b***t YANG MASIH KECIL DAN ANEH INI!?” semburnya. “KAMU JUGA, SUARA! KENAPA MAU-MAUNYA DIAJAK SAMA PRIA INI KE SINI, HAH!?” timpal Nada yang membuat niat membunuh Suara muncul ke permukaan. Suara dan Aksara kompak menu

