48. Bukit Bintang

1066 Kata

Setelah puas mengunjungi dan bercerita banyak hal dengan ayahnya, walau hanya ditanggapi dengan anggukan, gelengan, tawa bahkan sesekali terdengar dengusan dari ayahnya, Aksara sudah bahagia. Sekarang, sudah waktunya ayahnya untuk istirahat karena tadi sudah diperingatkan oleh perawat yang merawat ayahnya. Sudah malam juga. “Titip Bapak ya, Uti,” ujar Aksa seraya mengelus pipi ayahnya yang sudah pulas. “Kalau ada apa-apa sama Bapak, tolong segera hubungi saya,” pesannya. Perawat yang dipanggil Uti itu pun mengangguk, “Iya, Mas, tapi sepenangkap pengamatan saya, Pak Thariq semakin hari semakin menunjukkan kesehatannya yang membaik, Mas. Semoga segera pulih,” terangnya. Aksa tersenyum, “Aamiin. Ya sudah, Uti, saya sama Suara pamit, ya.” Uti mengangguk, “Iya, Mas, hati-hati.” Setelah itu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN