47. Ning

1416 Kata

"Yok, Nak Sayang," ajak Ning lagi. “Mas, Ning pergi mengantar Aksa ke sekolah,” pamit Ning pada suaminya yang ia tahu sedang mandi. “Sarapanmu ada di atas meja.” “Nggih, hati-hati, jaga diri dan anak kita,” balas Thariq tidak seperti biasanya. Ia juga merasakan ada perasaan yang tidak enak merambat di hatinya. Namun, perasaan itu ia anggap sebagai angin lalu dengan kepercayaan yakin bahwa semuanya akan baik-baik saja. Setelah mendengar itu, Ning menggamit tangan Aksa kecil dan menyuruhnya keluar dan berjalan duluan. Dia ingin menutup pintu rumah kayunya yang sederhana, tetapi menyimpan banyak bahagia di sana. Setelah sudah, ia menyusul anaknya yang dengan lincahnya melompat ke sana ke mari di jalan setapak desa menuju keluar gang. Tidak jauh dari gang itulah sekolah Aksa berada. “Hati-

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN