Daerah ini berdiri di lahan seluas sekitar lima ratus meter persegi, begitu yang ada di dalam hitungan cepat yang Suara miliki. Terletak di tengah hutan wisata dan jelas udaranya akan sejuk dan menenangkan. Rumah-rumah di sini terbuat dari kayu yang diplitur dan terlihat estetik. Di sini juga ada mushallah kecil, gereja kecil, wihara dan Pura. Jelas sekali tujuan dari berdirinya rumah ibadah itu untuk mewujudkan nama dari tempat ini, juga untuk mengajarkan arti toleransi bagi para pengunjung. Namun, apakah tujuan Aksara membawa Suara ke sini? Aksara menggenggam tangan Suara untuk menuntunnya pergi ke kompleks yang di depannya sudah tertera satu nama agama. Agamanya dan juga agama gadis yang saat ini ia genggam tangannya. Menelusuri lorong demi menjangkau salah satu rumah kayu yang di san

