37. Langit Malam

1009 Kata

Langit memilih untuk memaafkan ayahnya demi menjaga perasaan ibunya agar tidak lebih sakit dari yang beliau rasakan sebelumnya. Akhirnya perdamaian itu ada, walau masih ada setitik luka yang hidup di tepian hati mereka masing-masing. Namun, semua itu berusaha dienyahkan demi dua nama yang berharga saat ini, Langit dan Suara, anak-anak mereka. Sekarang, mereka sedang makan malam di ruang makan keluarga Suara, diikuti Nada dan Aksara yang setia menemani mereka dari awal hingga proses perdamaian yang dibumbui dengan isak tangis. Langit yang awalnya enggan memaafkan sang ayah, dipujuk dengan air mata ibunya, bahwa tidak seharusnya dia membenci kesalahan kedua orang tuanya. Maka, dengan berat hati dia menerima itu semua. “Masakan Mbak Nenti enak juga, aku jadi minder sama masakanku,” komentar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN