44. Memanfaatkan Situasi

1201 Kata

Suara meringis, ia menyadari bahwa dirinya sangat cuek dengan benda pipih tersebut. Hehe. “Iya-iya, terima kasih, yaa …, nanti aku segera menemui Prof. Hiya. Sampai jumpa di kelas!” serunya, setelah mendapat jawaban, ia mematikan telfon genggamnya. Sejak kejadian pengkhiatan Pita di semester pertama mereka berkuliah, Suara seperti menarik diri dari keramaian teman-teman kelasnya. Bukannya apa, dia hanya takut bahwa Pita di dunia ini bukan cuma seorang saja, siapa tahu ada yang lainnya, ‘kan? Selain itu, Suara juga perlu menjaga dirinya baik-baik agar tidak kecolongan seperti kemarin, bisa berabe hidupnya. CTING! Bunyi pesan yang mendarat itu membuatnya teralih dari bayangan tentang kejadian semester lalu. Suara mengambil telfonnya dan membuka pada pesan yang masuk, Langit. “Pasti …,” uj

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN