“Papah!” Teriakan Pelita yang cukup melengking membuat Farhan yang mendengarnya langsung menutup telinga dengan kuat, ia merasa terganggu saat sedang dalam mode fokus seperti ini. Namun, Pelita malah mengganggunya dengan berteriak. Entah akan meminta hal apa putrinya tersebut, Farhan jelas tahu tentunya jika sang putri hanya akan meminta sesuatu saat ke sini. Tak mungkin jika Pelita tak meminta apa-apa, tetapi dengan sangat baik hati ia melihat bagaimana kondisi papahnya saat ini. “Kenapa sih, Ta? Kok sampai teriak-teriak gini? Kamu enggak perlu teriak pun papah bisa denger apa yang kamu omongin, Sayang.” Farhan membalas dengan nada lembut supaya putri semata wayangnya ini juga paham dengan apa yang ia sampaikan. Pun memang sejak dulu Farhan serta Arlita tak pernah menggunakan nada ti

