"Mah, papah di mana?" Pelita yang baru saja turun dari kamarnya yang berada di lantai dua langsung bertemu dengan mamahnya yang sedang menyiapkan makanan bersama dengan beberapa asisten rumah tangga di meja makan. Meskipun memiliki asisten rumah tangga, mamahnya ini memang tipikal ibu yang tidak bisa diam sehingga ia lebih memilih membantu menyiapkan makanan dan segala kebutuhan rumah tangga lainnya. "Ada di ruangannya, Nak. Kamu kenapa? Tumben banget nyariin papah, butuh bantuan papah kah? Mau minta sesuatu ke papah? Mau minta sangu ke papah?" tebak Arlita, sang ibu, yang kaget dengan putri tunggalnya itu. Tak biasanya memang Pelita mencari papahnya jika tak membutuhkan sesuatu. Anggap saja Pelita memang salah satu gadis yang manja, sehingga apa pun yang ia inginkan pasti selalu dikabul

