Bel tanda berakhirnya hari ini memang sudah berbunyi sejak lima menit lalu, namun Bilqis masih terdiam di tempatnya dengan menopang dagu di sebelah kiri. Kelasnya pun sudah sepi hanya tersisa Axvel, Azila, Abela, dan juga Pelita saja. Mereka masih menunggu Bilqis untuk keluar kelas dan berjalan menuju ke lapangan untuk menerima ucapan permintaan maaf dari Ernest. Itu semua hanya formalitas saja bagi Bilqis, pastinya jika Ernest benar-benar meminta maaf padanya, ia hanya terpaksa karena menjalankan hukuman yang ada. Bukan permintaan maaf yang tulus dari hatinya, Bilqis yakin seratus persen itu. Gunanya meminta maaf bukannya untuk merendahkan hati supaya mengakui dirinya bersalah? Jika terpaksa melakukannya apalagi sampai mempermalukan dirinya sendiri bukan meminta maaf dong namanya? Hanya m

