Bab 123 Sosok Dalam Kegelapan

1522 Kata

"Makan malam sudah siap." Du Qing keluar dari dapur dengan dua piring dan mengerutkan kening padaku. "Cepat cuci tanganmu dan makan!" "Baiklah." Ketika berbicara dengan Du Qing, aku merasa seperti anak TK yang harus patuh dengannya. Sejak kapan hubungan kami yang seperti ini terbentuk? Padahal kami tidak mengenal satu sama lain dengan baik sebelumnya. Namun, jika kupikir lagi, terkadang kita bisa langsung mengenal seseorang meski dalam dengan waktu yang singkat. Di sisi lain, meskipun sudah bersama-sama untuk waktu yang lama, kita bisa saja tidak mengenal seseorang dengan baik. Perasaan ini seperti deja vu. Rasanya sama sekali tidak ada tekanan dalam berkomunikasi dengannya. Kami bisa mengatakan dan melakukan apa pun yang kami inginkan, bahkan aku juga bisa kentut di depannya. Sebenar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN