TA - 50

2359 Kata

Sarah melengos. Membuang wajah saat mendapati Adis duduk dengan tenang. Ekspresi mukanya sama sekali tidak terbaca. Meski begitu, Sarah tetap datang karena dilanda penasaran. Kalau dia tidak bisa menyelamatkan Amanda, setidaknya berhasil membawa mundur Vania dari jeratan pria bermulut manis itu. "Kau memutuskan untuk hadir di sini." "Aku punya alasan kenapa harus melakukannya," sahut Sarah sinis. Menaruh tasn di atas meja dan sorot matanya nampak dingin. Tidak ada pria baik yang pernah dekat dengan Amanda semasa hidup. Sahabatnya terlalu cantik dan Amanda punya kenangan kelam dengan beragam keluarga berantakan. "Kau ingin bicara tentang Amanda?" Adis mengambil napas. "Kau mengusik seolah aku yang bertanggung jawab atas kepergian sahabatmu." Sarah mencibir lamat. Alisnya yang rapi teran

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN