Saat Vania menekan bel, Nina yang membuka pintu dengan senyum samar. Seingatnya, Kenta punya dua asisten rumah tangga dengan usia dewasa. Tidak terlalu muda dan cekatan dalam mengurus rumah. "Kau datang." Vania menautkan alis saat menatap Nina. "Kau terlihat baik malam ini. Apa yang sebenarnya terjadi?" "Suasana hatinya sedang lumayan," balas Nina datar. "Itu menular berkatnya." "Begitu." Vania mengulum senyum lega. Vania melangkah masuk, membiarkan dirinya mengintip ke pintu belakang dan menemukan Fagan di sana, dengan alat bakaran dan Kenta berdiri sembari berkacak pinggang. Seakan menahan jengkel dari kelakuan putranya yang kurang benar. "Sudah berapa lama dia ada di rumah?" "Sejak sore," Nina menambahkan bumbu pada bahan yang telah tertata di atas piring cantik. "Mereka sempat

