TA - 54

1646 Kata

"Kau terlihat sangat senang." "Inilah yang bisa dinamakan sebagai kebebasan," sahut Fagan cepat mengemudikan mobil mewahnya cukup santai. Menikmati pemandangan sore hari dengan perasaan lega. "Aku membatalkan rapat hanya untuk ini." "Dia menghubungi?" "Melalui jalur asisten? Tentu." Vania menghela napas. Merapatkan posisi duduknya saat membiarkan Fagan menuntunnya pergi. Mobil ini terlampau nyaman dan besar untuk ukuran tubuhnya yang tinggi dan ramping. "Kau ingin sesuatu?" "Aku tidak sedang mengidam atau apa pun," kepalanya meneleng memerhatikan raut datar itu. "Kau sendiri?" "Tidak ada. Tapi kita bisa menonton teater kalau kau mau." "Kapan?" Vania merasa tertarik walau sekilas. "Bioskop, opera atau apa pun sebutannya." Fagan membalas cepat. Mengambil tempat ketika posisi lampu h

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN