Wajah seorang gadis memerah karena beberapa kali di ejek oleh seorang pria. Dia tidak habis pikir akan kebiasaan buruknya yaitu mengigau. Entah apa yang dia lakukan semalam pada pria yang kini memeluknya sangat posesif. Jesica bingung wajahnya nanti akan di simpan dimana. “Jes … mikir, Jes. Ngapain aja lo semalem?” Jesica menjentik-jentikkan tangan ke keningnya. Sementara Biyan yang mendengar gadis ini berbicara sendiri pun terkekeh. Saat ini Biyan merasa nyaman di dekat Jesica. Setidaknya, semalam dia di buat bahagia. Satu orang wanita tega menyakiti hatinya, padahal dia sudah begitu baik selama ini, satu orang wanita lagi justru membuat dia seperti layaknya seorang pria yang patut untuk di pertahankan, seorang pria yang begitu berharga. ‘Apa kamu suka sama abang, Jes?’ gumam Biyan dal

