71. Deep Sadness

1955 Kata

   Pendaran sinar matahari pagi mengusik netra Tasya yang masih terlelap di dalam brangkar rumah sakit, sepi, sendiri hanya terdengar suara jarum jam yang selalu berputar mengitari porosnya serta suara hembusan blower yang keluar dari pendingin ruangan dan masih terasa pening pada bagian kepalanya, itulah yang di rasakan Tasya. Sinar surya yang menerobos jendela menyilaukan pandangan nya, jarum pendek menunjuk pada angka 7 sedangkan jarum panjang nya menunjuk pada 10 itu artinya hampir jam 8, semalaman Tasya tidak bisa tidur pulas, sehingga suster memberinya obat tidur agar ia bisa istirahat. Tasya meraih handphone nya dari atas nakas, tidak ada panggilan ataupun pesan yang masuk, ia mengambil nafas panjang dan dalam lalu menghembuskannya perlahan.    “Sial-sial-sial.. kalo aja malam itu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN