Belum lagi Troy sempat keluar dari ruangan Tasya di rawat, tiba-tiba Zia dan Luna muncul di depan pintu, dengan tatapan nyalang Tasya mengusir Zia dan Luna yang tidak tahu duduk permasalahannya. Zia dan Luna pun tidak jadi masuk ke dalam, sementara Troy yang sudah berada di luar melakukan tost bersama teman-temannya, dan itu artinya berhasil sudah mengerjai Tasya. Lengkap sudah kesedihan Tasya, sempurna sudah penderitannya, kesedihan yang mendalam Tasya rasakan sendiri di kamar rumah sakit. Air mata Tasya terus mengalir dadanya tersengal, tangannya memegang kepalanya yang tetiba saja pusing. Sepeninggalnya Troy, Zia dan Luna dari kamarnya, Tasya hanya bisa termangu meratapi nasibnya meski, ia tidak bisa menangis meraung-raung ia hanya bisa menahan sesak di d**a juga sakit di kep

