Semalaman Zia tak dapat merapatkan matanya, wajahnya sedikit kusam karena kurang tidur juga merasa selera makannya hilang, terlalu banyak yang dipikirkan, terlalu banyak masalah yang harus ia hadapi saat ini, Zia sungguh tak menyangka jika dendam lama Baharudin mencuat kembali, sebetulnya Zia ingin cepat bisa kembali ke Jakarta, dan menemui kekasih hatinya, tapi apa boleh buat, ia harus menuntaskan permasalahan yang ada di hotel D’Ziella. Zia terkejut dengan kedatangan kedua orang tuanya serta kakak satu-satunya, Zidni. Ia sudah bisa menebak mengapa keluarganya tiba-tiba datang ke Bali, mustahil rasanya melihat mereka ada di rumah ki Dewo, mengingat waktu mereka sudah tersita habis untuk para pasiennya di rumah sakit. “Kamu terlihat kurus sayang,” ujar Bella dengan menangkupkan

