100. Planning

1187 Kata

   “Hah! what! Lo dipecat?” Tasya terkejut mendengar cerita dari Ni Luh ketika Tasya menghubungi gadis yang menjadi sumber informasinya itu sudah tidak bekerja lagi pada rumah ki Dewo.    “Iya mbak, sebetulnya sebelum saya dipecat saya udah ngundurin dulu.” Sahut Ni Luh dalam sambungan teleponnya.    “Ada masalah apa sampai kamu dipecat?” Tanya Tasya penasaran.    “Udahlah mbak ga usah dibahas, aku udah males sama semua yang berkaitan dengan keluarga mas Zia.” Ni Luh menggigit bibirnya ragu, karena tidak mungkin dia menceritakan apa yang sesungguhnya terjadi.    “Lo mau duit ga?” Tasya mencoba memancing Ni Luh dengan iming-iming uang.    “Kenapa mbak?” Ni Luh merasa ragu.    “Lo cari informasi tentang Zia, dia ada di sana ato ga? Semalem gue liat soalnya keluarganya Zia ke bandara na

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN