Dengan tenang penerus keluarga Dewananta itu keluar dari kamarnya dan berjalan seperti tidak terjadi sesuatu, koridor hotel yang biasanya nampak dilalui oleh tamu hotel atau karyawan hotel. kini nampak sepi, sepertinya situasi dan kondisi ini sudah dikuasai betul oleh pihak Nyoman atau Baharudin. Zia melihat 2 orang yang memakai seragam hotel itu nampak bisik-bisik seperti memberikan kode kepada seseorang sambil pura-pura mengepel lantai dan membersihkan kaca, namun dengan sigap Zia segera mendekati dan menarik sesuatu yang ada di belakang telinga salah satu dari pegawai tersebut. "Apa ini! apa yang kamu lakukan?" Hardik Zia langsung mencekal kedua tangan pegawai itu setelah menarik kabel berwarna krem. Sepertinya mereka masih sangat muda. "Ampun tuan muda! saya hanya menjalankan

