75. Honesty

2390 Kata

    Luna dan Metha berpisah di depan café, Metha pulang sendirian sedangkan Luna pulang diantar Zia sampai rumah, di sepanjang perjalanan pulang baik Zia atau Luna pun saling diam, seperti yang sudah-sudah selalu ada keheningan tak satupun dari mereka yang membuka percakapan lebih dulu.     Hanya mata mereka yang sesekali saling lirik melalui sudut mata, ada rasa yang sulit di ungkapkan oleh Zia, begitupun dengan Luna sulit rasanya membuka obrolan lebih dulu, padahal di benak Luna saat ini sudah segunung pertanyaan yang siap meletus melalui mulutnya. Tak sabar ingin mengetahui siapakah sebenarnya sosok menggoda yang bernama Monik itu, sudah sejauh mana hubungan mereka. Apa yang mereka lakukan ketika di Bali, semakin memikirkan dan memendam banyak tanya membuat d**a Luna sesak.     Hening

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN