104. Wasiat Ki Dewo

1815 Kata

   Duka masih menyelimuti keluarga Dewananta terutama Nilam, kini belahan jiwanya sudah pergi menghadap Sang Ilahi, suaminya telah selesai mengemban tugasnya di fana ini, kekasih hatinya itu kini sudah tenang dan tidak merasakan risau tentang situasi yang terjadi saat ini, dia sudah tidak merasakan lagi kesakitan, sudah tidak lagi mengkhawatirkan tentang kehidupan yang keras ini.    Tiga hari setelah pemakaman suaminya yang dihadiri para kerabat serta masyarakat sekitar, kedepannya Nilam akan merasakan kesepian, tidak ada lagi teman curahan hati serta teman minum teh di halaman belakang sambil memberikan pakan hewan peliharaannya.    Seperti pagi ini Nilam nampak murung dihalaman belakang, bunga-bunga terlihat kering dan tidak terawat, terlebih sejak kepergian Ni Luh dari rumah itu, dan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN