85. Demi Masa Depan

2132 Kata

 Seperti malam yang sudah-sudah, tempat Luna ketika sedang dilanda sepi dan rasa suntuk menyeruak adalah balkon kamarnya, seperti Zia tempat favoritnya adalah balkon kamar terutama saat malam hari. Suara musik tak cukup tuk mengusir rasa itu, langit pun meredup seakan menambah rasa sunyi pada Luna, kemanakah rembulan yang cantik dengan sinar berserinya? Hanya dengusan nafas lirih yang terdengar, sunyi dan senyap, kemanakah suara jangkrik serta suara binatang malam lainnya? Biasanya mereka saling bersautan dan saling mengisi keheningan malam. Semuanya terasa sangat mendukung dengan meninggalkannya sendiri atas kesedihan Luna atau.. mereka turut merasakan pedihnya hati Luna? seakan semuanya turut berduka dan suram, manakala Luna melihat foto-foto Zia dan Tasya di dalam kamar Zia.    "Mana

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN