Meisya, jangan tinggalin aku.

1903 Kata

"Dedek bayi ... Dedek bayi!" Qinara berlari riang menghampiri box berdinding kaca di mana seorang bayi mungil tertidur dengan bibir kecil yang mencecap-cecap seolah sedang menyusu, terlihat imut dan menggemaskan. "Meisya, selamat, ya, sekarang kamu udah resmi menjadi seorang ibu," ujar Naka yang masuk bersama putrinya dan berdiri di sebelah box bayi yang berada di samping ranjang Meisya. "Terima kasih, Mas," jawab Meisya yang masih merasakan lemas akibat perjuangan beratnya melahirkan seorang bayi dengan berat tiga ribu dua ratus gram dan panjang badan lima puluh satu sentimeter itu. "Oh iya, Kak Sam di mana, Mas?" tanya Meisya pada lelaki yang sudah ia anggap seperti kakak kandungnya sendiri. "Di luar lagi telpon orang tuanya kayaknya, ngabarin kalau kamu sudah melahirkan," jawab

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN