61. Cinta dan Pengorbanan

1826 Kata

Malam menawarkanku tempat sebagai pelarian, Sementara di hatiku tertinggal satu nama. Aku pergi membawa mimpi, Namun meninggalkan cinta, Yang tak pernah diberi izin untuk bersemi. *** “Mas Gio?” ujar Zevana menoleh cepat ke arah pria yang berdiri di sampingnya, bersandar di dinding seraya memasukkan tangan ke saku celananya. “Kenapa?” tanya Gio. Zevana meraih sapu tangan itu dan meletakkan ujungnya di sudut mata agar air mata itu tak merusak make up yang dia kenakan. Zevana menggelengkan kepalanya kecil. “Aku sudah dengar semuanya,” ujar Gio. “M-mas?” tanya Zevana terkejut. Gio terkekeh meskipun senyumnya tampak getir di akhir. “Kamu ... bisa menjalani semua ini?” tanya Gio. “Aku enggak punya pilihan selain bertahan Mas, aku juga punya mimpi dan aku enggak mau egois mengubur m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN