62. Pisah Tanpa Pamit

1617 Kata

Kamu pergi meninggalkan sunyi, Tidak ada kata akhir, Tidak ada lambaian. Hanya namamu yang tertinggal di udara. *** Siang ini, entah mengapa Gio dan Restha justru bertemu di cafe, berawal dari Gio yang meledeknya dengan mengatakan bahwa dia telah bertunangan dan tak bisa sering bertemu lagi. Restha merasa Gio seperti sedikit menyindirnya, padahal dia sudah menganggap Gio seperti kakaknya sendiri. Terlebih keluarga mereka saling mengenal cukup dekat. Ayah Gio dan ayah Restha adalah teman sekolah dulu, bahkan mereka kuliah di luar negeri bersama. Bisa dibilang mereka cukup bersahabat dekat. Cafe bernuansa alam yang dipilih Restha, dengan baju terusan selututnya, yang tanpa lengan dia berjongkok di dekat kolam ikan mas, memberi makan ikan tersebut. Ketika seorang pria berdiri di bela

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN