“Lycan!!!” “Oh! Ternyata kalian bisa menemukan jalan pulang, ya?” tanya Lycan dengan wajah tanpa dosa. Tatapannya membalas tatapan sang Papa yang sedang melemparkan tatapan membunuh. “Kamu, ya! Kamu sengaja mau ngerjain Papa sama kakekmu, ada Om Zain juga!” marah Sastra sambil menunjuk-nunjuk Lycan yang sedang duduk santai di sofa tengah ruangan dengan napas yang terengah-engah. “Bagaimana? Apakah childhood memories kalian kembali lagi?” tanya Lycan sambil terkekeh lucu. Ia memilih abai dengan omelan sang Papa. memainkan alisnya naik turun. “Bagus dong, itung-itung kalian melakukan senam jantung, sudah lama kan, kalian itu tidak melakukan senam rutin.” Kali ini Dewi yang datang-datang dari dapur langsung nimbrung. Ia pun melabuhkan bokongnya dengan nyaman di samping sang putra jahilny

